Friday, 22 May 2015

// // Leave a Comment

Penyebab, Gejala Dan Pencegahan Nyeri Pinggang

Gejala nyeri pinggang bisa terjadi karena adanya ketegangan pada otot. Salah satu contohnya seperti ketika anda mengangkat beban berat secara mendadak serta dengan cara yang salah. Selain karena adanya ketegangan otot, faktor usia menjadi salah satu penyebabnya. Hal ini diakibatkan karena adanya pengapuran tulang belakang sehingga menimbulkan saraf terjepit. Nah, kali ini saya akan membahas beberapa hal mengani nyeri pinggang.

Penyebab, Gejala Dan Pencegahan Nyeri Pinggang

Penyebab Gejala Nyeri Pinggang

Berikut ini beberapa penyebab nyeri pinggang :
  1. Sikap badan ataupun gerak kita yang salah, baik itu ketika mengangkat beban ataupun ketika membungkuk
  2. Adanya gangguan mekanik pada kesatuan fungsi dan struktur tulang belakang
  3. Tidur dengan dasar atau alas yang terlalu lentur, ini membuat tulang belakang kita mengikuti lenturan alas tersebut
  4. Memakai sepatu dengan tumit yang tinggi, ini karena dalam keadaan yang normal tulang belakang di area pinggang memiliki lengkungan ke depan. Jika lengkungan ke depan itu berlebihan, maka akan menyebabkan gejala nyeri pinggang
  5. Kurangnya berolahraga, ini mengakibatkan kelenturan sendi serta jaringan ikut menurun. Hal seperti inilah yang menyebabkan otot menjadi lebih cepat cedera karena gerakan sederhana seperti membungkuk, mendorong dan mengangkat


Mencegah Nyeri Pinggang

Berikut ini ada beberapa cara mencegah nyeri pinggang:
  1. Lakukanlah peregangan setiap kali akan melakukan olahraga dan kegiatan fisik berat lainnya
  2. Jangan membungkuk saat duduk ataupun berdiri. Saat berdiri, jagalah titik berat badan anda supaya seimbang dengan kaki. Ketika bekerja di kantor ataupun di rumah, pastikanlah permukaan pekerjaan anda berada di ketinggian yang nyaman untuk dikerjakan. Duduklah di kursi dengan sandaran yang baik serta posisi dan ketinggian yang juga tepat.
  3. Jika harus duduk dalam waktu yang lama, selingi duduk anda secara berkala dengan melakukan peregangan otot atau sedikit berjalan-jalan. Ini penting untuk membantu mengurangi ketegangan.  Istirahatkanlah kaki di bangku yang rendah ataupun tumpukan buku.
  4. Pakailah sepatu yang terasa nyaman dengan tumit yang rendah
  5. Tidurlah miring untuk mengurangi tekanan di tulang belakang. Pilih alas tidur dengan permukaan padan, tidak boleh terlalu empuk
  6. Mintalah bantuan orang lain jika akan mengangkat beban berat
  7. Tidak boleh mengangkat beban dengan membungkuk. Angktlah objek dengan cara menekuk lutut dan berjongkok untuk mengambilnya. Jagalah posisi punggung tetap lurus dan dekatkan objek ke tubuh. Hindarilah memutar tubuh ketika akan mengangkat beban. Lebih baik anda mendorong ketimbang menarik, sebab anda harus memindahkan beban yang berat.
  8. Jagalah diet dan nutrisi yang tepat. Ini membantu anda mengurangi serta mencegah berat badan berlebih, khsuusnya lemak di area pinggang. Lakukan diet harian yang cukup fosfor, kalsium, dan vitamin D. Ini membantu anda menjaga pertumbuhan tulang yang baru.

Demikianlah informasi seputar gejala nyeri pinggang, penyebab serta cara mencegahnya. Semoga informasi yang telah diberikan bisa bermanfaat untuk anda.

Read More

Thursday, 21 May 2015

// // Leave a Comment

Penyebab Utama Nyeri Pinggang Menjalar Ke Kaki

Nyeri Pinggang Menjalar Ke Kaki - Masalah nyeri pinggang bisa disebabkan oleh banyak hal, seperti contohnya karena saraf, otot, organ ginjal, dan tulang belakang. Jika menjalar hingga ke kaki bisa disebabkan karena saraf yang terjepit. Nyeri pinggang dapat pula disebabkan karena nyeri alih, misalnya pada dimenorea atau batu ginjal.

Pada kasus nyeri pinggang karena batu ginjal, gejala dan keluhan yang terjadi berupa nyeri yang sangat tajam. Tiba-tiba sakit pinggang seperti diremas dan terjadi di bagian pinggang area belakang, bisa juga terjadi di area perut bagian bawah. Nyeri ini bisa menjalar hingga ke area selangkangan dan biasanya terjadi secara terus-menerus.

Nyeri pinggang menjalar ke kaki bisa diakibatkan oleh hernia nukleous pulposus atau HNP. Sakit pinggang semacam ini disebut dengan skiatik.Biasanya ini menimbulkan gangguan neurologik. HNP terjadi di mana keadaan sebagian ataupun seluruh nukleus pulposus mengalami penonjolan ke dalam area kanalis spinalis. Untuk dapat memastikan diagnosis HNP ini dibutuhkan pemeriksaan fisik serta pemeriksaan penunjang seperti MRI.

Jika anda mengalami hal tersebut, anda bisa memeriksakan diri pada dokter spesialis saraf untuk mendapatkan pemeriksaan serta terapi lebih lanjut. Nah, kali ini saya akan memberikan informasi mengenai penyebab terjadinya sakit pinggang menjalar ke kaki.

Penyebab Utama Nyeri Pinggang Menjalar Ke Kaki


Penyebab Nyeri Pinggang Menjalar Ke Kaki


1. Penyakit Diskus Degenaratif

Diskut degeneratif merupakan proses alami yang bisa terjadi karena penuaan. Pada kebanyakan orang, satu atau lebih diskus di tulang belakang bergeser di area punggung bawah juga bisa menyebabkan iritasi pada akar saraf. Ini juga menyebabkan nyeri linu di panggul. Penyakit diskus degeneratif ini bisa didiagnosis jika bantalan sendi ataupun diskus mengalami kerusakan, lalu mengalami inflamasi ataupun peradangan sehingga menyebabkan iritasi di area sekitarnya, termasuklah di akar saraf.

2. Hernia Diskus Vertebra Lumbalis

Seperti yang sudah saya katakan di atas, salah satu penyebab nyeri pinggang menjalar ke kaki adalah HNP. HNP atau hernia diskus ini bisa terjadi saat inti diskus bocor keluar ataupun mengalami herniasi melalui membran luar yang memiliki serat anulus serta mengiritasi akar saraf yang ada di dekatnya. Terkadang HNP atau hernisasi diskus ini disebut pula dengan slipped disc, diskus mengembung, diskus pecah, saraf terjepit atau diskus menonjol, serta linu panggul yang merupakan gejala paling umum, dan herniasi diskus di lumbal.

3. Spondylisthesis Isthmic

Salah satu penyebab nyeri pinggang yang menjalar ke kaki adalah spondylolisthesis isthmic. Ini merupakan kondisi vertebral yang terjadi fraktur / retak / patah dan menyebabkan beberapa ruas tulang vertebra bergesar lebih ke depan. Ini menyebabkan saraf terjepit dan karenanyalah nyeri pinggang dan panggul terjadi.


Demikianlah pembahasan mengenai nyeri pinggang menjalar ke kaki dan penyebabnya. Semoga infromasi ini bermanfaat sehingga bisa membantu anda menemukan penyebab nyeri pinggang yang dialami dan membantu mengatasinya.

Read More
// // 1 comment

2 Macam Penyebab Nyeri Pinggang

Semua orang pastinya pernah merasakan nyeri pinggang. Baik itu lelaki ataupun perempuan, baik itu tua maupun yang muda. Semuanya pernah merasakan nyeri pinggang. Nyeri pinggang bisa terjadi karena posisi tubuh yang salah ataupun karena mengangkat beban yang berat sebelah.

Nyeri pinggang juga bisa dialami oleh orang yang sedang demam dan juga seorang ibu hamil. Hanya saja sakit pinggang yang dialami oleh ibu hamil biasanya terjadi di bagian pinggang belakang.Nah, kali ini saya akan membahas mengenai sakit pinggang dan penyebab nyeri pinggang. Berikut ini informasi selengkapnya.
2 Macam Penyebab Nyeri Pinggang

2 Jenis Penyebab Nyeri Pinggang


Sulit menentukan apa sebenarnya penyebab sakit pinggang atau nyeri pinggang. Bahkan meskipun sudah dilakukan berbagai tes medis. Namun, ada beberapa penyebab sakit pinggang secara umum seperti di bawah ini:

1. Penyebab Non Mekanis

Biasanya penyebab non mekanis terjadi pada penderita nyeri punggung bawah ataupun LBP. Di mana ini tidak melibatkan berbagai faktor fisik. Namun lebih menyangkut pada berbagai jenis organ tubuh, seperti misalnya ginjal. Seseorang yang terindikasi batu hinjal dan masalah kandung empedu bisa menyebabkan sakit pinggang.

Nyeri pinggang pada umumnya sangat reaktif dengan keadaan psikis yang mengalami depresi dan tertekan. Untuk sakit pinggang bagian kanan, biasanya berhubungan dengan keadaan emosi kecemasan secara spesifik. Contohnya seperti perasaan takut terhadap sesuatu. Seperti misalnya masalah bisnis, pekerjaan, rumah tangga, dan juga masalah seperti hutang piutang.

2. Penyebab Mekanis

Penyebab mekanis adalah salah satu penyebab nyeri pinggang. Penyabab mekanis maksutnya sakit punggung ataupun pinggang di bagian bawah, ini disebabkan oleh berbagai aktivitas keseharian dan gerak tubuh yang tidak baik sehingga menyebabkan terjadinya ketegangan di bagian otot, terjadinya nyeri sendi dan permasalahan ligamen.

Biasanya, nyeri otot yang terjadi diakibatkan oleh berbagai gerakan ekstrim yang tanpa didahului dengan gerakan peregangan atau pemanasan. Selain itu juga disebabkan oleh aktivitas fisik yang berlebihan di luar batas kemampuan seseorang. Ini menyebabkan terjadinya keluhan nyeri pinggang di area belakang.

Selain itu juga sakit pinggang bisa disebabkan karena kekurangan istirahat dan kekurangan waktu tidur. Ini biasanya terjadi pada mereka yang tidur kurang dari 5 jam dalam sehari dan dilakukan secara terus menerus selama beberapa hari. Istirahat dan tidur cukup namun tak berkualitas juga menjadi penyebab masalah sakit pinggang.

Posisi tidur seperti tegkurap dan menghadap ke atas yang merupakan posisi tidur kurang baik juga menjadi penyebab masalah sakit pinggang. Selain posisi tidur, posisi ataupun sikap duduk yang tak nyaman dalam waktu lama juga merupakan penyebab masalah nyeri pinggang.

Nah, itulah 2 jenis penyebab nyeri pinggang. Untuk anda yang mengalami nyeri pinggang bisa menentukan penyebab sakit pinggang yang terjadi dari informasi di atas. Semoga artikel ini membantu anda dalam proses penyembuhan nyeri pinggang.

Read More
// // Leave a Comment

Rehabilitas Dan Aktifitas Saat Melakukan Terapi Stroke

Stroke merupakan fungsi saraf karena adanya gangguan aliran darah yang menuju otak manusia. Ini bisa timbul dengan mendadak selama beberapa detik, bisa juga dengan cepat selama beberapa jam. Gejala dan tanda stroke biasanya sesuai dengan area yang terganggu. Menurut WHO, stroke terjadi karena adanya gangguan fungsional otak global ataupun fokal. Di mana hal tersebut terjadi secara mendadak dan akut serta berlangsung selama 24 jam lebih yang disebabkan oleh gangguan aliran darah di otak.

Kali ini saya akan memberikan informasi mengenai stroke, kondisi stroke, rehabilitasi stroke, dan berbagai latihan terapi stroke. Berikut ini informasi selengkapnya.
Rehabilitas Dan Aktifitas Saat Melakukan Terapi Stroke

Kondisi, Rehabilitasi dan Terapi Stroke

Pada seseorang yang mengalami stroke atau gangguan pembuluh darah di otak, ada berbagai kondisi yang menjadi masalah dan seringkali timbul seperti:
  1. Adanya gangguan pada keseimbangan tubuh
  2. Adanya kelemahan otot di bagian anggota gerak tubuh yang berhubungan dengan stroke
  3. Adanya gangguan sistem pernafasan
  4. Adanya gangguan postur
  5. Adanya gangguan pada kemampuan fungsional
  6. Adanya atropi

Itulah berbagai kondisi penderita stroke yang seringkali dialami. Sebenarnya berbagai gejala stroke tersebut bisa diatasi dengan rehabilitasi stroke dan terapi stroke. Rehabilitasi stroke merupakan program untuk memulihkan kondisi penderita stroke. Ini bertujuan untuk memaksimalkan kemampuan fungsional dan kapasitas fisik penderita stroke. Rehabilitasi stroke membantu pasien stroke untuk lebih mandiri dalam beraktivitas sehari-hari. Proses rehabilitasi ini termasuk proses yang sulit, oleh karena itu fisioterapi stroke menjadi hal yang wajib untuk seorang penderita.

Berbagai Aktivitas Sebagai Terapi Stroke

Berikut ini berbagai aktivitas yang dapat dilakukan oleh penderita stroke sebagai terapinya:
  1. Mengatur posisi. Ini untuk memastikan keadaan tubuh ada di posisi yang benar. Pasien disarankan merubah posisi agar tulang sendi dan ototnya tidak menjadi kaku, sehingga penderita tidak akan bertambah sakit. kalau otot terasa lemah, bisa minta bantuan orang lain.
  2. Penguatan dan pengawasan otot. Ini dilakukan dengan cara melakukan berbagai gerakan kecil, biasanya dipandu ahli terapis. Namun jika ototnya semakin kuat harus diberikan gerakan yang lebih sulit lagi.
  3. Jika otot telah sangat kuat, lakukan aktivitas fungsional. Gerakan yang ada akan digabungkan dengan aktivitas.
  4. Beraktivitas lebih aktif seperti duduk kemudian berdiri dan berjalan, lalu melakukan kegiatan lain seperti mencuci dan makan.
  5. Melakukan latihan keseimbangan. Ini membantu pasien bergerak lebih aman dan mudah, sehingga berbagai aktivitas bisa dilakukan secara bersamaan. 
  6. Lakukan terapi menelan makanan. Ini karena kebanyakan penderita akan menjadi sulit dalam menelan makanan setelah adanya stroke. Bisa berisiko tinggi juga terhadap pernafasan.
  7. Terapi berbicara. Latihan bicara dan mengenal kata-kata menjadi terapi penderita stroke yang sangat dibutuhkan.
  8. Beradaptasi. Mulai melakukan berbagai aktivitas mudah seperti makan dan berjalan.

Demikianlah pembahasan mengenai stroke, kondisi stroke, rehabilitasi stroke, dan juga terapi stroke. Semoga informasi ini bisa membantu proses penyembuhan pasien stroke yang ada.

Read More
// // Leave a Comment

3 Jenis Metode Fisioterapi Stroke

Stroke merupakan kematian sel otak secara mendadak. Di mana, secara tiba-tiba sel otak mati karena berbagai gangguan sirkulasi darah yang menuju otak. Saat asupan darah menuju otak lemah, nutrisi dan oksigen penting untuk otak menjadi tidak bisa disalurkan. Akibatnya, terjadilah ketidak normalan fungsi otak manusia. Gangguan aliran darah yang menuju otak bisa terjadi karena kerusakan ataupun blokade dari pembuluh arteri.

Kali ini saya akan membahas beberapa fisioterapi stroke. Berbagai metode di bawah ini bisa anda manfaatkan sebagai informasi untuk menemukan latihan yang cocok.


3 Jenis Metode Fisioterapi Stroke

Berbagai Jenis Fisioterafi Stroke

Ada banyak sekali tipe latihan atau metode terapi stroke yang bisa diaplikasikan oleh seorang pasien stroke, berikut diantaranya:

1. Metode PNF 

Metode yang satu ini disebut juga disebut dengan Propioseptive Neuromuscular Fasclitation. Latihan PNF bertujuan merangsang respon mekanisme neuromuskuler dengan menstimulasi proprioseptor. Ini bertujuan untuk memfasilitasi pola gerak agar mencapai fungsinya yang relevan dengan tujuan untuk memfasilitasi radiasi impuls untuk bagian lain yang ada hubungannya dengan gerakan utama.

Berikut ini berbagai teknik PNF:
  • Diberikan tahanan maksimal
  • Aprokksimasi dan traksi sendi
  • Quick stretct
  • Hold dan grip (cutaneous pressure)
  • Gerakan sinergis, ini bertujuan untuk memperkuat gerakan yang tadinya lemah
  • Secara verbal, memanfaatkan aba-aba sederhana
  • Pola gerak: diagonal-spiral
2. Tradisional

Latihan stroke yang satu ini disebut juga sebagai latihan conservatif. Metode tradisional sangat umum dilakukan, berbagai tahap latihannyapun berdasarkan penekanan pada perawatan dan pencegahan dengan mempertahankan luas gerak tulang sendi. Latihan ini memperkenalkan mobilisasi dini ke pasien stroke dengan cara mengoptimalkan sisi sehat untuk mengkonmpensasi sisi sakit. Tipe latihannya yakni dengan penguatan menggunakan tahanan.

3. Brunnstorm

Fisioterapi stroke yang ketiga ini disebut juga dengan movement therapy. Konsepnya yakni dengan reedukasi otot memakai latihan refleks. Terafi yang satu ini berdasarkan pada teori yang menyatakan bahwa SSP atau kerusakan susunan saraf pusat yang telah menyebabkan regresi dan evolusi terbalik kembali ke pola gerakan filogenetik yang tua. Refleks primitive dan sinergi yang terjadi ini dianggap sebagai latihan normal dari proses penyembuhan stroke, sehingga terbentuklah pola baru.

Berbagai teknik latihan fisioterapi stroke movement therapy atau brunnstrom ini adalah:
  • Memberi tahanan di ekstremitas normal, tapping, dan relaksasi
  • Diberikan sesuai 6 stadium penyembuhan Twitchell: gerakan sendi individual, tidak ada kontrol fungsi motorik sinergi, peningkatan kontrol sinergi volunteer dan penurunan spastisitas, kontrol sinergi volunteer dan peningkatan spasititas, onset sinergi dan spastisitas serta flasiditas.
  • Tahapan teknik: merangsang gerakan sinergis 
Demikianlah beberapa jenis fisioterapi stroke. Semoga informasi ini bisa membantu anda menemukan fisioterafi yang cocok dan bermanfaat dalam proses penyembuhan penyakit stroke yang terjadi.

Read More

Friday, 15 May 2015

// // Leave a Comment

Mengenal Profesi Fisioterapi Lebih Dekat

definisi fisioterapi, apakah fisioterapis itu

Fisioterapi meupakan salah satu jenis pengobatan yang mungkin Anda perlukan pada saat Anda mengalami sakit atau cedera yang mengakibatkan kesusulitan untuk bergerak dan melakukan aktifitas sehari-hari. Profesi itu membantu Anda dapat bergerak, berjalan dan berpindah tempat lebih baik dan menghilangkan rasa sakit. Ia juga dapat membantu memperbaiki dan mengembalikan fungsi fisik dan kebugaran Anda.

Tujuan utama dari fisioterapi adalah untuk membuat tugas dan aktifitas sehari-hari lebih mudah. Fisioterapis dapat membantu Anda berjalan, naik dan turun tangga, atau berpindah dari tempat tidur.

Fisioterapi dapat membantu Anda pada masa pemulihan paska operasi. Dokter yang merawat Anda mungkin akan merujuk Anda ke klinik fisioterapi saat Anda mengalami cedera atau masalah kesehatan kronis menahun seperti artritis atau penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).


Apa Yang Dilakukan Fisioterapi?

Apakah yang akan dilakukan fisioterapis saat Anda mengunjungi klinik fisioterapi? Fisioterapis akan memeriksa Anda dan mewawancarai beberapa hal terkait gejala yang Anda alami dan kegiatan sehari-hari Anda yang terganggu karenanya. Kemudian, fisioterapis akan membuat rencana rencana terapi ( pengobatan). Tujuannya adalah untuk membantu persendian anda bergerak dengan lebih baik dan memulihkan atau meningkatkan fleksibilitas, kekuatan, endurance (daya tahan), koordinasi, serta keseimbangan.

Fisioterapis akan bekerja untuk mengurangi nyeri dan pembengkakan. Ia juga dapat menggunakan teknik manual terapi, edukasi, dan teknik-teknik terapi atau modalitas lain seperti seperti pemanasan, terapi dingin, hidroterapi, penggunaan ultrasound therapy, dan stimulasi elektrik.

Hampir semua sesi fisioterapi salah satunya terdiri dari latihan (exercise). Baik penguatan, penguluran, latihan keseimbangan dan koordinasi. Fisioterapis juga akan mengajarkan program latihan dirumah sehingga anda dapat melakukannya di rumah. Kadangkala terapi dapat menyebabkan kelelahan, rasa tidak nyaman atau pembengkakan ringan – biasanya saat awal-awal mengikuti program fisioterapi. Hal ini biasa terjadi, biasanya fisioterapis akan memberitahukan kepada Anda.

Kapan saatnya mengunjungi fisioterapis?

Saat Anda mengalami sakit atau cedera yang menyebabkan nyeri, gangguan gerak dan aktifitas Anda bisa mengunjungi fisioterapis terdekat. Semua fisioterapi sterdidik dan terlatih mengembalikan gerak dan fungsi tubuh yang terganggu. Namun jika Anda menginginkan fisioterapis yang berpengalaman dan mempunyai keahlian khusus di bidang tertentu seperti orthopedi, muskuloskeletal, olah raga, dan bidang neurologi Anda juga bisa.

Beberapa kondisi yang membutuhkan fisioterapi Antara lain:
  • Nyeri Leher
  • Nyeri Pinggang
  • Rehabilitasi jantung (rehab).
  • Cedera olahraga
  • Stroke
  • Cedera tulang belakang
  • Masalah-masalah yang berkaitan dengan kanker.
  • Keterlambatan tumbuh kembang 
  • dan lain-lain
Untuk lebih mengenal profesi fisioterapi dan kiprahnya untuk kondisi kesehatan Anda, silakan mengikutinya di blog ini.

Read More